Motivasi belajar setiap orang tidaklah sama tergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Tapi gimana yah cara agar semangat belajar nggak mengendur?
Sebenarnya terdapat 2 faktor stimulus motivasi belajar yaitu:Pertama motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.Kedua motivasi belajar dari faktor eksternal yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.
Tips-tips meningkatkan motivasi belajar
Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan cita-cita atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu dibutuhkan pengkondisian tertentu agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.Yuk ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
- Bergaul dengan orang yang giat belajar
Pernah dengar kan analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi. Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita.
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah prestasi.
- Belajar apapun
Pengertian belajar di sini dipahami secara luas baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer belajar menulis membuat film berlajar berwirausaha dan lain lain-lainnya.
- Belajar dari internet
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat pikiran dan memotivasi diri. Sebagai contoh jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.
- Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat gairah dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu dan sebaliknya.
- Cari motivator
Kadangkala seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman pacar ataupun pasangan hidup. Kamu juga bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahkan atau memotivasimu belajar dan meraih prestasi.sumber : bergaul.com
A. Pengertian BimbinganBimbingan adalah suatu pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, pengarahan diri dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan.
B. Pengertian KonselingSuatu upaya bantuan yang dilakukan dengan empat mata atau tatap muka antara penyuluh dengan klien yang berisi usaha yang laras unik dan manusiawi yang dilakukan dalam suasana keahlian dan yang didasarkan atas norma-norma yang berlaku, agar klien memenuhi konsep dii dan kepercayaan diri sendiri dalam memperbaiki tingkah lakunya pada saat ini dan mungkin pada masa yang akan dating.
C. Perbedaan Bimbingan dan Konseling- Bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Sedangkan konseling merupakan hubungan antara seorang penolong yang terlatih dan seorang yang mencari pertolongan, dimana keterampilan si penolong dan situasi yang diciptakan olehnya menolong orang untuk belajar berhubungan dengan dirinya sendiri dan orang lain dengan terobosan-terobosan yang semakin bertumbuh (Bimo Walgito)- Bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri. Sedangkan konseling merupakan suatu pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan kepadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya seara lebih efektif dengan dirinya sendiri dan lingkungan (Daniel Mc)- Perbedaan antara bimbingan dan konseling terletak pada segi isi kegiatan dan tenaga yang menyelenggarakan. Dari segi isi, bimbingan lebih banyak bersangkut paut dengan usaha pemberian informasi dan kegiatan pengumpulan data tentang siswa dan lebih menekankan pada fungsi pencegahan, sedangkan konseling merupakan bantuan yang dilakukan dalam pertemuan tatap muka antara dua orang manusia yanitu antara konselor dan klien. Dari segi tenaga, bimbingan dapat dilakukan oleh orang tua, guru, wali kelas, kepala sekolah, orang dewasa lainnya. Namun, konseling hanya dapat dilakukan oleh tenaga-tenaga yang telah terdidik dan terlatih. Dengan kata lain, konseling merupakan bentuk khusus bimbingan yaitu layanan yang diberikan oleh konselor kepada klien secara individu.
D. Persamaan BImbingan dan KonselingPersamaan antara bimbingan dan konseling terletak pada tujuan yang hendak dicapai yaitu sama-sama diterapkan dalam program persekolahan, sama-sama berusaha untuk memandirikan individu, dan sama-sama mengikuti norma-noma yang berlaku di lingkungan masyarakat tempat kedua kegiatan itu diselenggarakan.
E. Keunikan dan Keterkaitan antara Pelayanan Guru dan Konselor
| Dimensi | Guru | Konselor |
| 1. Wilayah Gerak | Khususnya Sistem Pendidikan Formal | Khususnya Sistem Pendidikan Formal |
| 2. Tujuan Umum | Pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional | Pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional |
| 3. Konteks Tugas | Pembelajaran yang mendidik melalui mata pelajaran dengan skenario guru-murid | Pelayanan yang memandirikan dengan skenario konseli-konselor |
| 3.1 Fokus Kegiatan | Pengembangan kemampuan penguasaan bidang studi dan masalah-masalahnya | Pengembangan potensi diri bidang pribadi, sosial, belajar, karier, dan masalah-masalahnya |
| 3.2 Hubungan Kerja | Alih tangan (referal) | Alih tangan (referal) |
| 4. Target Intervensi | ||
| 4.1 Individual | Minim | Utama |
| 4.2 Kelompok | Pilihan Strategis | Pilihan Strategis |
| 5.2 Klasikal | Utama | Minim |
| 5. Ekspektasi Kinerja | ||
| 5.1 Ukuran Keberhasilan | Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Lebih Bersifat Kuantitaif | Kemandirian dalam kehidupan Lebih bersifat kualitatif yang unsur-unsurnya saling terkait |
| 5.2 Pendekatan Umum | Pemanfaatan Instructional Effects & Nurturant Effects melalui pembelajaran yang mendidik | Pengenalan diri dan lingkungan oleh konseli dalam rangka pengentasan masalah pribadi, sosial, belajar dan karier. Skenario tindakan merupakan hasil transaksi yang merupakan keputusan konseli |
| 5.3 Perencanaan tindak intervensi | Kebutuhan belajar ditetapkan terlebih dahulu untuk ditawarkan kepada peserta didik | Kebutuhan pengembangan diri ditetapkan dalam proses transaksional oleh konseli, difasilitasi oleh konselor |
| 5.4 Pelaksanaan tindak intervensi | Penyesuaian proses berdasarkan respons ideosinkretik peserta didik yang lebih terstruktur | Penyesuaian proses berdasarkan respons ideosinkretik konseli dalam transaksi makna yang lebih lentur dan terbuka |
F. Bidang-bidang pelayanan di sekolahTerdapat empat bidang bimbingan dan konseling yang menjadi ruang lingkup pelayanan, yaitu :1. Bidang Pengembangan kehidupan pribadi :yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.2. Bidang Pengembangan kehidupan sosial :yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.3. Bidang Pengembangan kemampuan belajar,yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.4. Bidang Pengembangan karir :yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
G. Latar Belakang perlunya BKLatar belakang sosial budaya perlunya BImbingan dan KonselingIndividu merupakan biopsikososiospiritual, yang artinya bahwa individu makhluk biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Setiap anak sejak lahir tidak hanya mampu memenuhi tuntutan biologisnya,tetapi juga tuntutan budaya itu dilakukan agar segala dampak modernisasi dapat di filter oleh individu tersebut secara otomatis, serta individu diharapkan dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan budaya yang sudah ada, agar dapat diterima dengan baik oleh lingkungan tersebut. Untuk mengembangkan semua kemampuan penyesuaian tersebut, sangat diperlukan sebuah bimbingan.
Latar Belakang Psikologis perlunya BImbingan dan KonselingPeserta didik sebagai individu yang dinamis dan berada dalam proses perkembangan, memiliki kebutuhan dan dinamika dalam interaksi dengan lingkungannya. Di samping itu peserta didik senantiasa mengalami berbagai perubahan sikap dan tingkah lakunya. Proses perkembangan tidak selalu berlangsung secara linier ( sesuai dengan arah yang diharapkan atau norma yang dijunjung tinggi), tetapi bersifat fluktiatif dan bahkan terjadi stagnasi atau diskontinuitas perkembangan.Latar belakang dari segi psikolgis menyangkut masalah perkembangan individu, perbedaan individu, kebutuhan individu penyesuaian diri serta masalah belajar.
Latar Belakang Paedagogis perlunya BImbingan dan KonselingBimbingan dan konseling diperlukan untuk mengembangkan pendidikan yang bersifat meninggi, meluas dan mendalam. Meninggi artinya membantu membimbing individu memilih jenjang pendidikan yang lebih tepat, karena semakin bertambahnya kesempatan dan kemungkinan untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Serta sangat diperlukan untuk membuat individu lebih mandiri dan berkembang secara optimal dalam berbagai bimbingan, seperti bimbingan pribadi, sosial, belajar dan bimbingan karir melalui berbagai jenis kegiatan bimbingan, sehingga pendidikan dapat berjalan dengan lancar dengan adanya bimbingan dan konseling.Arah meluas tampak dalam pembagian sekolah dalam berbagai jurusan khusus dan sekolah kejuruan. Hal ini menimbulkan kebutuhan akan bimbingan untuk memilih jurusan yang khusus dan memilih bidang studi yang tepat bagi setiap murid. Arah mendalam tampak dalam berkembangnya ruang lingkup dan keragaman disertai dengan pertumbuhan tingkat kerumitan dalam tiap bidang studi. Hal ini menimbulkan masalah bagi murid untuk mendalami tiap bidang studi dengan tekun. Perkembangan kearah ini bersangkut paut pula dengan kemampuan dan sikap serta minat murid terhadap bidang studi tertentu.
H. Kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam PendidikanBidang-bidang utama pendidikan :1. Bidang administrasi dan kepemimpinan2. Bidang instruksional dan kurikuler3. Bidang Pembinaan siswa (Bimbingan dan Konseling)Bidang ini terkait dengan program pemberian layanan bantuan kepada peserta didik(siswa) dalam upaya mencapai perkembangannya yang optimal, melalui interaksi yang sehat dengan lingkungannya. Personel yang paling bertanggung jawab terhadap pelaksanaan bidang ini adalah guru pembimbing atau konselor.Dalam keseluruhan kegiatan pendidikan khususnya pada tatanan persekolahan, layanan bimbingan dan konseling mempunyai posisi dan peran yang cukup penting dan strategis. Bimbingan dan konseling berperan untuk memberikan layanan kepada siswa agar dapat berkembang secara optimal melalui proses pembelajaran secara efekif.
I. Tujuan Umum BKPrayitno dan erman amti (2004:114) mengemukakan bahwa:Tujuan umum bimbingan dan konseling adalah untuk membantu individu mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilkinya (kemampuan dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada(latar belakang keluarga, pendidikan,status sosial dan ekonomi) serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya. Dalam kaitan ini bimbingan dan konseling membantu individu untuk menjadi insan yang berguna dalam hidupnya yang memiliki wawasan, pandangan, interpretasi, pilihan, penyesuaian, dan keterampilan yang tepat berkenaan dengan diri sendiri dan lingkungannya.
J. Tujuan Khusus BKa. Membantu murid-murid untuk mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan kecakapan, minat, pribadi, hasil belajar, serta kesempatan yang ada.b. Membantu proses sosialisasi dan sensitivitas kepada kebutuhan orang lain.c. Membantu murid-murid untuk mengembangkan motif-motif instristik dalam belajar, sehingga tercapai kemajuan pengajaran yang berarti dan bertujuan.d. Memberikan dorongan di dalam pengarahan diri, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan keterlibatan diri dalam proses pendidikan.
K. Asas-asas bimbingan dan konselingDalam menyelenggarakan layanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah hendaknya selalu mengacu pada asas-asas bimbingan yang diterapkan dan diingat adalah sebagai berikut :1. Asas kerahasiaanMasalah yang dihadapi oleh seorang siswa tidak akan diberitahukan kepada orang lain yang tidak berkepentingan. Kerahasiaan merupakan asas kunci dalam bimbingan dan konseling.2. Asas kesukarelaanDalam memahami pengertian bimbingan dan konseling telah dikemukakan bahwa bimbingan merupakan proses individu. Perkataan membantu disini mengandung arti bahwa bimbingan bukan meruapakan suatu paksaan. Oleh karena itu dalam kegiatan bimbingan dan konseling diperlukan adanya kerja sama yang demokratis antar guru pembimbing dan kliennya.3. Asas keterbukaanDengan adanya keterbukaan ini dapat ditumbuhkan kecenderungan pada klien untuk membuka kedok hidupnya yang menjadi penghalang bagi perkembangan psikisnya.4. Asas kekinianPada umumnya pelayanan bimbingan dan konseling bertitik tolak dari masalah yang dirasakan klien saat sekarang atau kini.5. Asas kemandirianPetugas hendaklah menghidupkan kemandirian pada diri orang yang dibimbing, jangan hendaknya orang yang dibimbing itu menjadi tergantung pada orang lain, khususnya pada pembimbing.6. Asas kegiatanKonselor hendaknya menimbulkan suasana yang mana individu yang dibimbing itu mampu menyelenggarakan kegiatan yang dimaksud.7. Asas kedinamisanUpaya layanan bp menghendaki terjadinya perubahan pada diri individu yang dibimbing, yaitu perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik. Perubahan yang selalu menuju kesesuatu pembaruan, sesuatu yang lebih maju.8. Asas keterpaduan9. Asas kenormatifan10. Asas keahlian11. Asas alih tangan12. Asas tut wuri handayaniAsas ini menunjuk pada suasana umum yang hendaknya tercipta dalam rangka hubungan keseluruhan antar pembimbing dan yang dibimbing.
L. FUngsi BKFungsi Pemahaman BKMembantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, norma agama). Konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
Fungsi Pencegahan BKFungsi BK yang menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang timbul dan menghambat proses perkembangannya.
Fungsi Pengentasan BKFungsi BK yang menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik.
Fungsi Pemeliharaan dan PengembanganFungsi BK yang menghasilkan terpelihara dan terkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan bekelanjutan.
Fungsi AdvokasiFungsi BK yang menghasilkan kondisi pembelaan terhadap pengingkaran atas hak-hak dan atau kepentingan pendidikan.
M. Prinsip umum BK1. Bimbingan berhubungan dengan sikap dan tingkah laku individu yang terbentuk dari kepribadian yang berbagai macam2. Pemberian bimbingan yang tepat dan sesuai pada individu yang bersangkutan3. Berpusat pada individu yang dibimbing4. Masalah yang tak dapat diselesaikan di sekola, diserahkan kepada yang berwenang5. Identifikasi kebutuhan6. Fleksibel7. Bimbingan dipimpin oleh ahli dalam bimbingan dan bekerja sama dengan pembantunya serta menggunakan narasumber8. Evaluasi rutin terhadap program bimbingan
N. Prinsip khusus BKa. Prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan:1. Non diskriminasi2. Individu dinamis dan unik3. Tahap dan aspek perkembangan individu4. Perbedaan individualb. Prinsip berkenaan dengan permasalahan individu1. Kondisi mental individu terhadap lingkungan sosialnya2. Kesenjangan sosial, ekonomi, dan budaya.c. Prinsip berkenaan dengan program layanan1. Bagian integral pendidikan2. Fleksibel dan adaptif3. Berkelanjutan4. Penilaian teratur dan terarahd. Prinsip berkenaan dengan tujuan pelaksanaan pelayanan1. Pengembangan individu agar mandiri2. Keputusan sukarela3. Ditangani oleh professional dan kompeten4. Kerjasama antar pihak terkait5. Pemanfaatan maksimal dari hasil penilaian/pengukuran
O. Model-model dan pola BKa. Model1. Frank Parson, Menciptakan istilah Vocational Guidance yang menekankan ragam jabatan bimbingan dengan menganalisis diri sendiri, analisis terhadap bidang pekerjaan, serta memadukan keduanya dengan berfikir rasional dan mengutamakan komponen bimbingan pengumpulan data serta wawancara konseling.2. William M. Proctor, (1925), Mengembangkan model bimbingan mengenalkan dua fungsi yaitu fungsi penyaluran dan fungsi penyesuaian menyangkut bantuan yang diberikan kepada siswa dalam memilih program studi, aktivitas ekstra-kurikuler, bentuk rekreasi, jalur persiapan memegang sesuai dengan kemampuan, bakat, minat dan cita-cita siswa.3. John M. Brewer, (1932), Mengembangkan ragam bimbingan seperti bimbingan belajar, bimbingan rekreasi, bimbingan kesehatan, bimbingan moral dan bimbingan perkembangan. Model ini tidak hanya mengenai bimbingan jabatan saja.4. Donal G. Patterson, (1938), Dalam konseling yang dikenal dengan metode klinis menekankan perlunya menggunakan teknik-teknik untuk mengenai konseli dengan menggunakan tes psikologis dan studi diagnostik.5. Wilson Little dan AL. Champman, (1955), Menekankan perlunya memberikan bantuan kepada semua siswa dalam aspek perkembangan siswa dalam bidang studi akademik dalam mempersiapkan diri memangku suatu jabatan dan dalam mengolah pengalaman batin serta pergaulan sosial. Model ini memanfaatkan bentuk pelayanan individual dan kelompok, mengutamakan sifat bimbingan preventif clan preservative clan melayani bimbingan belajar, jabatan clan bimbingan pribadi.
P. POLA-POLA BIMBINGANMenurut hasil analisis Edward C. Glanz, (1964) dalam sejarah perkembangan pelayanan bimbingan di institusi pendidikan muncul empat pola dasar yang diberi nama:a. Pola GeneralisBahwa corak pendidikan dalam suatu institusi pendidikan berpengaruh terhadap kuantitas usaha belajar siswa, dan seluruh staf pendidik dapat menyumbang pada perkembangan kepribadian masing-masing siswa. Ujung pelayanan bimbingan dilihat sebagai program yang kontinyu dan bersambungan yang ditujukan kepada semua siswa. Pada akhirnya bimbingan hanya dianggap perlupada saat-saat tertentu saja.b. Pola SpesialisBahwa pwlayanan bimbingan di institusi pendidikan harus ditangani oleh ahli-ahli bimbingan yang masing-masing berkemampuan khusus dalam cara pelayanan bimbingan tertentu seperti testing psikologis, bimbingan karir, dan bimbingan konseling.c. Pola KurikulerBahwa kegiatan bimbingan di institusi pendidikan diusulkan dimasukkan dalam kurikulum pengajaran dalam bentuk pengajaran khusus dalam rangka suatu kursus bimbingan. Segi positif dari pola dasar ini ialah hubungan langsung terlibat dalam seluk-beluk pengajaran, segi negatifnya terletak dalam kenyataan bahwa kemajuan dalam pemahaman diri dan perkembangan kepribadian tidak dapat diukur melalui suatu tes hasil belajar seperti terjadi di bidang-bidang studi akademikd. Pola Relasi-relasi Manusia dan Kesehatan MentalBahwa orang akan lebih hidup bahagia bila dapat menjaga kesehatan mentalnya dan membina hubungan baik dengan orang lain. Segi positif pola dasar ini adalah peningkatan kerja sama antara anggota-anggota staf pendidik di institusi pendidikan dan integrasi sosial di antara peserta didik dengan staf pendidik.
Q. POLA UMUM 17Pola dasar bimbingan dan konseling yang saat ini dilaksanakan di lingkungan pendidikan tingkat SMP dan SMA digambarkan dalam matriks di bawah ini:
| NO | PENGETAHUAN WAWASAN BK | BIDANG BIMBINGAN | JENIS LAYANAN | KEGIATAN PENDUKUNG |
| 1. | Konsep Dasar BK | Bimb. Pribadi | Layanan Orientasi | Instrumentasi |
| 2. | Fungsi BK | Bimb. Sosial | Layanan Informasi | Himpunan Data |
| 3. | Landasan BK | Bimb. Belajar | Layanan Penempatan | Konferensi Kasus |
| 4. | Asas Bk | Bimb. Karier | Layanan Pembelajaran | Kunjungan Rumah |
| 5. | Prinsip-prinsip BK | Layanan Konseling Perorangan | Alih Tangan | |
| 6. | Layanan Bimbingan Kelompok | |||
| 7. | Layanan Konseling Kelompok |
R. Komponen Program Bimbingan dan Konseling
1. Pelayanan DasarPengertianPelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua konseli agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya.2. Pelayanan ResponsifPelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, Tujuan pelayanan responsif adalah membantu konseli agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu konseli yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.3. Pelayanan Perencanaan IndividualPerencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan desempatan yang tersedia di lingkungannya. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu konseli, agar: (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya; (2) mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karier; dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman, tujuan, dan rencana yang telah dirumuskannya.4. Dukungan SistemKetiga komponen di atas merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada konseli secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja, infrastruktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi), dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli.
S. Jenis-jenis masalah siswa di berbagai tingkat sekolah1. Pengertian dan ciri –ciri masalahDalam Kamus Besar Bahasa Indonesia masalah berarti persoalan yang harus diselesaikan. Masalah yang menimpa seseorang jika tidak segera dicari atau diselesaikan maka masalah tersebut akan berkembang dan hal ini berimplikasi terhadap kehidupannya dan orang lain. Menurut Prayitno (1985) ciri-ciri masalah adalah:a. Masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya.b. Menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri dan orang lain.c. Ingin atau perlu dihilangkan.
T. Pengertian manajemen BKmanajemen bimbingan dan konseling diartikan sebagai proses mengadakan, mengatur, dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dianggap penting guna mencapai suatu tujuan layanan bimbingan dan konseling.
U. Perencanaan Program BKDalam pelaksanaannya, pelayanan bimbingan dan konseling melibatkan seluruh personil sekolah, maka dari itu diperlukan program yang sistematis agar pelaksanaannya tidak tumpang tindih dan benturan dengan kegiatan pada bidang-bidang lain. Adapun program yang yang sistematis selalu mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut :· Program bimbingan dan konseling dirancang untuk melayani kebutuhan siswa.· Program bimbingan dan konseling merupakan bagian terpadu dari keseluruhan program pendidikan di sekolah.· Tujuan program harus dirumuskan secara jelas dan eksplisit (operasional) dan menunanng pencapaian keseluruhan tujuan program bimbingan dan konseling.· Pelaksanaan program perlu melibatkan seluruh staf sekolah/
Personil bimbingan dan konseling perlu dididentifikasi dan tugas-tugas serta tanggung jawabnya harus dirumuskan.· Segala sumber daya perlu ditemukan untuk mencapai tujuan program